GURU DALAM PARADIGMA BARU

 

GURU DALAM PARADIGMA BARU

KONSEP DASAR PENDIDIKAN INKLUSIF DAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

1.



   Konsep Dasar Pendidkan Inklusif

Berdasarkan hasil workshopp pada tanggal 29-30 yang diisi oleh beberapa pemateri yang sudah berkompeten dibidangnya masing-masing didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut;

Bapak Suhendar,M.Pd tentang konsep dasar pendidikan inklusif menyampaikan bahwa Pendidikan khusus dimana peserta didik memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental dan sosial, sedangkan Pendidikan Inklusif memberikan kesempatan kepada peserta didik yang memiliki potensi dan kecerdasan yang istimewa untuk belajar bersama-sama.

Tujuan pendidikan inklusif yaitu penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik ataupun  memiliki potensi kecerdasan yang istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan menghargai keanekaragaman peserta didik.

Yang menjadi landasan pendidkan inklusif yaitu filosofis, psikologis, hukum, pedagogis, sosiologis dan empiris. Prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif meliputi meningkatkan perkembangan, moral, status sosial, dan nilai diri.

2.    Digitalisasi Pembelajaran Berdiferensias

Dr. Sandi Budi Iriawan tentang digitalisasi pembelajaran berdiferensiasi, beliau menyampaikan pembelajaran yang berfokus pada konten dan proses untuk meningkatkan potensi siswa sesuai minat dan profil belajar siswa. Digitalisasi pembelajaran berdiferensiasi yaitu pembelajaran yang mengutamakan sisi potensi, minat , kemampuan siswa dalam pembelajaran yang melibatkan media digital agar siswa berkembang sesuai tuntutan jaman.

Prinsip pembelajaran diferensiasi yaitu berpusat pada siswa, berpusat pada kurikulum, diferensiasi pembelajaran, dan pembelajaran eksplisit.sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan harus memanusiakan manusia (Humanisasi) yang bertujuan agar peserta didik mampu menentukan sikap serta tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa. Membantu  peserta didik menjadi manusia yang merdeka, mudah diatur tetapi tidak dapat disetir.

Pendidikan abad 21 menjadikan guru harus mampu dan menguasai kemajuan kodrat alam  dan kodrat zaman. Bagaiman menciptakan  sekolah yang menyenangkan, guru harus lebih kreatif dalam menggunakan pendekatan ,alat peraga, atau media pembelajaran yang menarik. Penguatan pendidikan karakter dengan cara melakukan pembelajaran berbasis teknologi . Membangun  keterampilan berkomunikasi, Komunikasi Kolaborasi dan menerapkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif

 

 


 

3.    Jejak Digital Refleksi Diri Siswa dalam Pembelajaran

Bagian penting lainnya adalah Refleksi diri yang disampaikan oleh Mr. Bams (Bambang Purwanto, S. Kom.,Gr)pada sesi ini beliau menegaskan bahwa bukan hanya guru yang melakukan reflesi diri akan tetapi tidak kalah pentingnya siswa yang melakukan refleksi atas setai kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Guru bisa menuntun siswa untuk melakukan refleksi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang semua kegiatan pembelajaran disetiap akhir sesi pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya “ Bagaimana menurut kalian pembelajaran kita hari ini?,Hal menarik apa saja yang kalian alami pada pembelajaran ini?, Apa yang harus diperbaiki pada kegiatan pembelajaran ini?”, dan masih banyak pertanyaan yang akan melatih siswa untuk merefleksi diri. Pada tahap ini pada akhirnya antara guru dengan muridnya akan saling mendapat masukkan untuk perbaikan kedepannya.

Bagaimana guru bisa mengoptimalkan segala potensi yang ada di lingkungan sekolah, baik potensi diri, potensi sarana dan prasarana. Guru tidak boleh berfokus pada kelemahan dan kekurangan sekolah dan murid tetapi fokuslah pada pemanfaatan yang maksimal. Bagaimana menjadikan kekurangan menjadi suatu yang tidak relevan lagi untuk dijadikan dasar dalam perbaikan pembelajaran. 

Hari Guru Nasional, Semangat terus Berkarya dan mengabdi demi mencerdaskan bangsa!!!

"Merdeka belajar, Merdeka mengajar, Merdeka berfikir"

 


 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOA HARIAN

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI